Nahdlatul Ulama Kota Madiun

sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Kehadiran NU merupakan salah satu upaya melembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianut jauh sebelumnya, yakni paham Ahlussunnah wal Jamaah

Youtube

Profil

Sejarah

Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Kehadiran NU merupakan salah satu upaya melembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianut jauh sebelumnya, yakni paham Ahlussunnah wal Jamaah.

Read More

Visi Misi

Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama'ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Read More

Pengurus

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Madiun terdiri dari 3 unsur kepengurusan, Mustasyar (Penasihat), Syuriyah (Pimpinan tertinggi), dan Tanfidziyah (Pelaksana Harian).

Read More

MWC

MWC (Majelis Wakil Cabang) merupakan kepengurusan di tingkat kecamatan, terdiri dari MWC NU Manguharjo, MWC NU Kartoharjo, dan MWC NU Taman.

Read More

Warta

Friday, February 3, 2023

Arah Ketika Shalat Jenazah

Q: Assalamu'alaikum. Wr. Wb. Saya mau tanya tentang shalat jenazah. Yakni ketika kita shalat jenazah itu sebaiknya menghadap ke arah mana? Terimakasih atas perhatian dan jawabannya. 

A: Wa 'alaikumussalaam. Wr. Wb. Hal-hal yang berkaitan dengan shalat jenazah secara garis besar ada tiga, yakni syarat, rukun dan hal-hal yang disunnahkan di dalamnya. Hukum shalat jenazah itu fardhu kifayah. Tujuan shalat jenazah agak berbeda dengan shalat fardhu, meski sama-sama diwajibkan dan tentu merupakan amal ibadah yang berpahala. Adapun shalat fardhu tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berdzikir kepada-Nya. Sedangkan shalat jenazah lebih dimaksudkan untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia agar mendapatkan ampunan dan kehidupan yang berbahagia di alam kubur dan akhirat. Oleh karena itu mendoakan jenazah menjadi salah satu rukunnya. Perbedaan tujuan itu menimbulkan perbedaan cara pelaksanaannya. 


Dalam shalat jenazah tidak ada ruku', sujud, i'tidal dan lain-lain. Shalat jenazah terkadang dilaksanakan tanpa kehadiran mayat yang biasa disebut dengan shalat ghaib. Rasulullah SAW pernah melaksanakannya (shalat ghaib) tatkala Raja Najasyi dari Habasyah (Afrika) meninggal dunia. Hal itu kemudian diteladani kaum muslimin. Shalat ini biasanya dilaksanakan menjelang mereka shalat jum'at di beberapa masjid atau di majelis-majelis pengajian yang rutin diadakan oleh masyarakat. Dan shalat ghaib ini menjadi pilihan ketika kerabat yang jauh meninggal dunia dan kita berhalangan untuk hadir. 


Adapun syarat shalat jenazah pertama, mayit telah disucikan dari najis baik tubuh, kafan maupun tempatnya. Kedua, orang yang menshalati telah memenuhi syarat sah shalat. Ketiga, apabila mayatnya hadir, maka posisi mushalli (orang yang sedang shalat jenazah) harus berada di belakang mayat. Adapun aturannya apabila mayatnya laki-laki maka dibaringkan dengan meletakkan kepala di sebelah utara. Dan posisi imam atau yang shalat sendirian (munfarid) berdiri lurus dengan kepala mayat. Sedangkan kalau mayatnya perempuan cara peletakannya sama dengan mayat laki-laki, akan tetapi posisi imam atau yang munfarid berdiri lurus dengan pantat jenazah. Keempat, tidak ada penghalang antara keduanya, kalau mayat di dalam keranda maka keranda tersebut tidak boleh dipaku. 


Sedangkan rukun shalat jenazah, pertama niat. Kedua, berdiri bagi yang mampu. Ketiga, melakukan takbir sebanyak empat kali termasuk dalam hal ini takbiratul ihram. Keempat, membaca surat Al Fatihah setelah takbir. Kelima, membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW setelah takbir kedua. Keenam, mendoakan mayat setelah takbir ketiga. Ketujuh, mengucapkan salam pertama setelah takbir keempat. Adapun kesunahan dalam shalat jenazah pertama, mengangkat kedua telapak tangan sampai sebatas bahu, lalu meletakkannya di antara dada dan pusar padas setiap takbir. Kedua, melirihkan bacaan Al-Fatihah, shalawat, dan doa. Ketiga, membaca ta'awudz sebelum membacs surat Al-Fatihah. Keempat, tidak membaca doa iftitah. Kelima, menyempurnakan bacaan shalawat dan menyempurnakan bacaan doa untuk si mayat. Keenam, setelah takbir keempat sunnah membaca doa "allahumma laa tahrimna ajrohu walaa taftinna ba'dahu waghfir lana wa lahu". Ketujuh, salam yang kedua untuk menyempurnakan, adapun redaksinya " assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh".


Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa ketika shalat jenazah mushalli tidak boleh berada di depan jenazah, tetapi harus di belakangnya seraya menghadap ke arah kiblat. Dan sebaiknya imam atau munfarid (shalat jenazah sendirian) menghadap kepala jenazah kalau mayatnya laki-laki, dan menghadap pantatnya jika mayatnya adalah perempuan. 

Wednesday, February 1, 2023

Sulitnya Ikhlas

Datang seorang laki-laki kepada Imam Abdullah Al Haddad meminta izin untuk membangun masjid. Imam Al Haddad menjawab dengan tegas,

“Jika niatmu membangun ikhlas karena Alloh, aku tidak akan menghalangi. Namun jika tidak ikhlas, tidak usah membangun!”

“Ya. Niat saya sudah ikhlas.” Kata lelaki itu meyakinkan beliau.

Imam Al-Haddad lantas mengajukan pertanyaan menguji kadar keikhlasannya.

“Pikirkanlah. Jika kamu membangun masjid dengan susah payah. Dana yang banyak sudah kamu keluarkan. Pada saat masjid sudah berdiri megah, namamu tidak disebut dalam daftar orang yang berjasa mendirikan masjid itu. Tetapi diatasnamakan orang lain, sehingga disebut ini adalah masjidnya si fulan. Apakah kamu bersedia?”


Lelaki itu berpikir sejenak, kemudian berkata,

“Saya tidak sanggup.”

“Kalau begitu gagalkanlah. Niatmu belum ikhlas.” Pungkas beliau.

[Dikutip dari kitab Tatsbitul Fuad karya Syaikh Ahmad bin Abdil Karim Al Hasawi juz 1 hlm 45]


(…)

Kisah ini bukan dimaksud untuk menggembosi Anda untuk melakukan amal baik. Namun kiranya dapat menjadi renungan dan introspeksi diri, agar kita senantiasa mengedepankan keikhlasan hati dalam beribadah dan berbuat baik kepada sesama. Agar amal yang kita lakukan tidak sia-sia.


Semoga kita dimudahkan oleh Alloh SWT untuk selalu IKHLAS.

Tuesday, January 31, 2023

GUDANG KEBAIKAN TIDAK PERNAH HABIS

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu mengeluarkan dari sulbi (tulang belakang) anak cucu Adam keturunan mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap roh mereka (seraya berfirman), bukankah aku ini Tuhanmu? "Mereka menjawab, " Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, "sesungguhnya ketika itu kami lengah terhadap ini." [QS. Al-A'raf: 372]

Andaikata semua manusia ini beriman, maka di dunia ini tidak akan ada lagi perbuatan jelek, pemimpin negara sayang kepada rakyatnya, seorang bawahan hormat kepada pimpinannya, seorang majikan sayang kepada para buruh / karyawannya, dan tak ada buruh yang unjuk rasa, tidak ada lagi yang korupsi sebab takut akan ancaman Allah yang Maha Melihat dan Maha Mendengar. 


Manusia akan lebih mengutamakan kepentingan akhirat daripada kepentingan duniawi yang menipu ini sebagaimana sabda Rasulullah SAW, "Apabila cahaya Allah telah masuk ke dalam qalbu maka dadapun menjadi lapang dan terbuka..." Seorang sahabat bertanya, "Apakah yang demikian itu tanda-tandanya ya Rasulullah?" Rasulullah menjawab, "Ya, orang-orang yang mengalaminya lalu merenggangkan pandangannya dari negeri tipuan (dunia) dan bersiap menuju ke negeri abadi (akhirat) serta mempersiapkan mati sebelum mati".


Kemudian dari iman inilah timbul sumber-sumber daya pribadi yang lain yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan manusia seperti tujuan hidup (niat), kesungguhan, ketenangan (thuma'ninah), qona'ah, sabar dan tawakkal, bertaubat, ikhlas, istiqamah, tidak banyak bicara, tidak curang dalam pekerjaan, menjaga rasa malu, menundukkan nafsu, selalu berdzikir, tidak meninggalkan shalat, menjaga diri dari makanan yang tidak halal, tidak berlaku dzalim dan bersyukur. Semua itu merupakan sumber daya pribadi yang sekaligus sebagai kecerdasan spiritual. 


TUJUAN HIDUP

Sebenarnya manusia itu tidak berhak menentukan tujuan hidupnya, sebab dia itu dihidupkan bukan hidup dengan sendirinya, maka Allah lah yang berhak menentukan apa tujuan Allah menciptakan manusia itu dengan suatu proses yaitu mati kemudian hidup, kemudian mati lagi, kemudian hidup lagi untuk selama-lamanya. Allah SWT menegaskan dalam kitab suci-Nya bahwa: "Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia itu melainkan untuk beribadah (mengabdi) kepada-Ku." [QS. Adz-Dzariyat: 56]


Maka orang mukmin hendaknya berniat bahwa segala aktivitas kehidupannya termasuk bekerja dengan baik, memenuhi kebutuhan dirinya dan keluarganya adalah mutlak beribadah kepada Allah SWT, semua itu akan dibalas dengan pahala yang lebih baik daripada pekerjaannya. Pahala di dunia berupa kehidupan yang baik sedang pahala di akhirat berupa nikmat surga yang abadi. Orang yang beriman (mukmin) akan bekerja dengan sungguh-sungguh disebabkan meyakini bahwa ia bekerja itu adalah ibadah kepada Allah yang akan memperoleh pahala disisi-Nya. Dan di samping itu di hadapan ummat manusia ia terpuji sebab pekerjaannya itu juga menguntungkan orang banyak bahkan negara juga diuntungkan. 


Orang mukmin meyakini bahwa Allah Maha Bijaksana, telah membagi rezeki kepada hamba-Nya dengan kebijakan-Nya. Ia merasa bangga dan mencintai Tuhannya sebab Allah-lah yang menciptakan dirinya sebagai manusia yang sangat indah dapat melihat, mendengar, berbicara, berjalan dan sebagainya. 


Karena dekat dengan Tuhannya yang Maha Kaya itu orang mukmin sebagai hamba merasa tidak kurang suatu apapun walau ia menerima sesuatu yang kecil sekalipun ia bersyukur dan terima kasih tak terhingga. Lebih baik lagi jika pemberian itu besar, maka ia berbangga dan menceritakannya kenikmatan itu kepada orang lain dan dibagi-bagikan walaupun sampai habis. Ia yakin akan memperoleh lagi dari majikannya, sebab majikannya sangat penyayang dan pemurah terhadap hamba-Nya yang baik dan taat. Itulah yang disebut "Qona'ah" artinya suka menerima, tidak pernah mengeluh merasa kurang. Rasulullah SAW bersabda artinya "Qona'ah itu bagaikan gudang yang tidak akan habis."

Badan Otonom

Muslimat NU
Read More
GP Ansor
Read More
Fatayat NU
Read More
IPNU
Read More
IPPNU
Read More
PMII
Read More
Jatman
Read More
JQH NU
Read More
ISNU
Read More
PSNU PN
Read More

Lembaga

LP Ma'arif NU
Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama
RMINU
Rabithah Ma'ahid al-Islamiyah Nahdlatul Ulama
LBMNU
Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama
LESBUMI
Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia
LAZISNU
Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama
LTNNU
Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama
LAKPESDAM
Kajian Pengembangan Sumber daya
LDNU
Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama
LPBINU
Penanggulangan Bencana Perubahan Iklim
LTMNU
Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama
LKKNU
Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama
LFNU
Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama
LPBHNU
Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama
LPNU
Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama
LPPNU
Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama
LKNU
Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama
LPTNU
Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama
LTN NU
Lembaga Infokom dan Publikasi Nahdlatul Ulama
LWPNU
Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama

Contact

Talk to us

NU menganut paham Ahlussunah waljama'ah, merupakan sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrem aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrem naqli (skripturalis)

Alamat:

Jl. Tuntang, Pandean, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63133

Jam Kerja:

Setiap Hari 24 Jam

Telpon:

-