Nahdlatul Ulama Kota Madiun

sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Kehadiran NU merupakan salah satu upaya melembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianut jauh sebelumnya, yakni paham Ahlussunnah wal Jamaah

Youtube

Profil

Sejarah

Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Kehadiran NU merupakan salah satu upaya melembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianut jauh sebelumnya, yakni paham Ahlussunnah wal Jamaah.

Read More

Visi Misi

Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama'ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Read More

Pengurus

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Madiun terdiri dari 3 unsur kepengurusan, Mustasyar (Penasihat), Syuriyah (Pimpinan tertinggi), dan Tanfidziyah (Pelaksana Harian).

Read More

MWC

MWC (Majelis Wakil Cabang) merupakan kepengurusan di tingkat kecamatan, terdiri dari MWC NU Manguharjo, MWC NU Kartoharjo, dan MWC NU Taman.

Read More

Warta

Monday, July 4, 2022

SOPAN SANTUN DALAM BERJALAN

Masih dalam pembahasan kitab Akhlaqul lil Banin, di sini dipaparkan beberapa hal baik yang hendaknya diamalkan kepada anak-anak pada saat berjalan kemanapun tujuannya, yaitu:



1. Seorang murid patutlah berjalan dengan lurus. la tidak boleh menoleh ke kanan dan ke kiri tanpa keperluan.

la tidak boleh bertingkah dengan gerakan yang tidak pantas.

la tidak patut berjalan dengan terlampau cepat dan tidak boleh berjalan lambat. la tidak boleh makan atau bernyanyia taupun membaca kitab/bukunya sambil berjalan.


2. la harus menghindari lumpur dan kotoran agar tidak jatuh atau kotor baiunya. la harus menghindari ialanan yang sempit dan penuh sesak agar tidak bertabrakan dengan seseorang atau kehilangan sesuatu alatnya. la tidak boleh berhenti di lalan untuk mencampuri urusan orang lain atau menghentikan salah seorang temannya, supaya tidak terlambat dari waktu sekolah yang telah ditentukan'


3. la tidak boleh bergurau apabila berjalan bersama teman-temannya dan tidak boleh mengeraskan suaranya ketika berbicara atau tertawa, dan tidak boleh mengejek seseorang. Semua itu buruk sekali dan tidak pantas bagi seorang murid yang berpendidikan.


4. la tidak boleh lupa mengucapkan salam kepada siapapun yang ia jumpai di jalan, khususnya bila orang itu adalah ayah atau gurunya.


Wallohu a'lam bish showaab

Semoga Bermanfaat

[Kutipan Kitab Akhlaqul lil banin]

MENDIDIK DENGAN KASIH SAYANG

Allah SWT dan Rasulullah SAW mengajarkan agar kita mendidik anak, murid, dan mendidik siapa pun dengan pendidikan yang sebaik-baiknya. Pendidikan yang sebaik-baik didasari dengan niat yang tulus, ikhlas, penuh kasih sayang, dan mempunyai tujuan untuk menjadikan anak atau murid itu menjadi baik, jauh dari rasa dendam, jauh dari rasa kesombongan, riya, jauh dari segala kekerasan dan sebagainya.


Setiap kali menyebut tabiyyah (pendidikan) atau Rob (yang maha mendidik) baik Al-Qur’an atau Hadits selalu disertai dengan kasih sayang. Misalnya firman Allah SWT: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah wahai tuhanku sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” [QS. Al-Isro’:24]


Dalam ayat tersebut ada kata sayangilah dan kata didiklah. Pendidikan senantiasa disertai dengan rasa kasih sayang. Misalnya lagi firman Allah SWT. Alhamdulillahi Robbil ‘Aalamiin. Ar-Rochman Ar-Rochim. Robbi (Allah Maha Pencipta dan Pendidik). Ketika menyebutkan Robb yang artinya Maha Pendidik segera setelah disebutkan kata Rahman Rahim (Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang). Rasulullah SAW melakukan pendidikan kepada istrinya, putra, dan cucu-cucu serta para sahabat-sahabatnya juga dengan penuh rasa kasih sayang.


Suatu saat Rasulullah SAW berkhotbah di atas mimbar seraya berkata: Wahai para sahabatku, siapa di antara kamu yang merasa paling saya sayangi. Ternyata semua para sahabat mengangkat tangan dan semuanya merasa paling disayangi oleh Rasulullah SAW.


Di dalam Al-Qur’an pun pada surat al-Imron ayat 159 juga disebutkan demikian bahwa Beliau senantiasa bersikap lemah lembut kepada para sahabatnya.


Pendekatan kasih sayang, dari hati ke hati, tulus, lemah lembut itu juga dilakukan oleh para ulama bahkan sampai terjadi hubungan yang sangat akrab antara ulama dan murid-muridnya. Misalnya Imam Syafi’i sudah terbiasa berkumpul, berdiskusi dengan para muridnya, termasuk juga para kyai di pesantren juga terbiasa dengan para muridnya,memasak, makan bersama. Sungguh hal ini menunjukkan suatu ekspresi kasih sayang dan perhatian dari seorang guru kepada para muridnya, bahkan para kyai memanggil muridnya dengan panggilan kang (mas) yang seakan-akan muridnya itu saudaranya.


Para Imam Madzhab pun dalam menyebutkan muridnya juga dengan istilah ashab (sahabat) misalnya ashaabus syafi’i (murid-muridnya Imam Syafi’i) yang mana seakan-akan muridnya itu seperti temannya. Jadi, seharusnya pendidikan itu kita lakukan dengan pendekatan seperti itu, yakni pendekatan dari hati ke hati, memandangnya sebagai manusia yang harus diperhatikan dan diberi kasih sayang pendidikan akan berhasil dan itu sudah menjadi kenyataan.


Muridnya Rasulullah SAW sukses, muridnya para sahabat sukses, muridnya Imam Syafi’i juga sukses, begitu juga dengan murid-muridnya para kyai juga sukses. Hanya saja terkadang ada murid yang nakalnya itu melewati batas yang terkadang juga perlu dengan pendekatan memukul dan ini pun juga dalam rangka kasih sayang daripada muridnya itu terjerumus dalam kejelekan, sebab diberi nasehat, diberi peringatan tidak ada perubahan, maka satu-satunya cara diberi peringatan dengan cara dipukul dan sebagainya. Dan ini boleh dilakukan asalkan niatnya karena Allah SWT, tulus dan kita yakin


bahwa itu yang paling maslahat daripada dia terjerumus kepada perbuatan yang lebih berbahaya, hanya saja Rasulullah SAW mengajarkan kalau memang terpaksa harus memukul untuk memberi pelajaran, misalnya kepada anak, kepada murid, kepada istri, atau kepada binatang Rasulullah SAW melarang kita memukul wajah.


Dan ini semua dilakukan karena memang jalan yang terbaik dan terakhir, memberikan peringatan agar sadar, memberikan efek jera dan agar tidak terjerumus dalam perbuatan yang berbahaya serta tidak ada sedikitpun rasa dendam.


WALLAHU A'LAM BISH SHAWAB

Sunday, June 26, 2022

Merasa Merdeka Menjadi Muslimah

Harian Daily Mail menurunkan topic tak biasa di halaman depan mereka tentang tren baru keyakinan di Inggris. Hasil temuan mereka menyebut, ada tren di kalangan perempuan terpelajar di Inggris –sebagian besar adalah wanita karier- yang memilih Islam sebagai keyakinan baru mereka.



Ipar Tony Blair, Lauren Booth, mengatakan dia sekarang memakai jilbab yang menutupi kepala setiap kali meninggalkan rumah. Ia juga mengaku melakukan shalat lima kali sehari dan mengunjungi masjid setempat kapanpun dia bisa. Lauren berprofesi sebagai wartawan dan penyiar televisi. Dia memutuskan untuk menjadi seorang Muslimah setelah mengunjungi tempat suci Fatima al-Masumeh di kota Qom. “Ini adalah Selasa malam, dan saya duduk dan merasa ini suntikan morfin spiritual, hanya kebahagiaan mutlak dan sukacita”, ujarnya.

 

Sebelum pergi ke Iran, ia mengaku telah tertarik pada Islam dan telah menghabiskan banyak waktu untuk bekerja sebagai pekerja di Palestina. “Saya selalu terkesan dengan kekuatan dan kenyamanan berada di tengah-tengah Muslimin,” katanya

 

Menurut Kevin Brice dari Swansea University, yang memiliki spesialisasi dalam mempelajari konversi keyakinan, menyatakan gelombang para wanita terpelajar Inggris yang beralih keyakinan menjadi Muslimah merupakan bagian dari tren menarik. “Mereka mencari inti spiritualitas, arti yang lebih tinggi, dan cenderung untuk berpikir secara mendalam sebelum memutuskan. Namun dalam konteks ini, saya menyebutnya sebagai fenomena “mengkonversi kenyamanan”.

 

Kristiane Backer, wanita 43 tahun dan mantan VJ MTV yang menjadi ikon kehidupan Barat liberal yang dirindukan remaja saat mudanya, mengatakan, “Masyarakat permisif yang saya dambakan ketika muda dulu ternyata sangat dangkal, tak memberi ketentraman batin apapun”, ujarnya.

 

Titik balik untuk Kristiane muncul ketika dia bertemu mantan pemain kriket Pakistan dan seorang Muslim, Imran Khan pada tahun 1992. Dia membawanya ke Pakistan. Di negara kekasihnya itu, dia segera tersentuh oleh spiritualitas dan kehangatan dari orang-orang Islam di negara itu. “Meskipun kemudian hubungan asmara saya dengan Imran Khan kandas, semangat saya mempelajari Islam tak turut kandas. Saya mulai mempelajari Islam dan akhirnya menjadi mualaf”, ujarnya.

 

Menurutnya, Islam adalah agama bervisi. “Di Barat, kami menekankan untuk alasan yang dangkal, seperti apa pakaian untuk dipakai. Dalam Islam, semua orang bergerak ke tujuan yang lebih tinggi. Semuanya dilakukan untuk menyenangkan Tuhan. Itu adalah system nilai yang berbeda”, tambahnya.

 

Sejumlah besar wanita, kontak pertama mereka dengan Islam berasal dari teman Muslimnya. Lynne Ali, dari Dagenham di Essex, mengakuinya. Di masa lalu, hidupnya hanyalah pesta. “Aku akan pergi keluar dan mabuk dengan teman-teman, memakai pakaian ketat dan mengerling siapapun lelaki yang ingin aku kencani”, ujarnya.

 

Di sela-sela pekerjaannya sebagai DJ sebuah kebab malam papan atas London, ia menyempatkan ke gereja. Tetapi ketika ia bertemu pacarnya, Zahid, di Universitas sesuatu yang dramatis terjadi. “Dia mulai berbicara kepadaku tentang Islam, dan itu seolah-olah segala sesuatu dalam hidupku dipasang ke tempatnya. Aku pikir, di bawah itu semua, aku pasti mencari sesuatu, dan aku tidak merasa hal itu dipenuhi oleh gaya hidup hura-huraku dengan alcohol dan pergaulan bebas.”

 

Pada usia 19 tahun, Lynne memutuskan menjadi mualaf. “Sejak hari itu pula, aku memutuskan mengenakan hijab”, ujarnya. “Ini adalah tahun ke-12. Di rumah, aku akan berpakaian barat normal di depan suami saya, tapi tidak untuk keluar rumah.”

 

Survey YouGov menyimpulkan bahwa lebih dari setengah masyarakat Inggris percaya Islam adalah pengaruh negative yang mendorong ekstremisme, penindasan perempuan dan ketidaksetaraan. Namun statistic membuktikan konversi Islam menunjukkan perkembangan yang signifikan. Islam adalah agama yang berkembang tercepat di dunia. “Bukti menunjukkan bahwa rasio perempuan Barat mengkonversi untuk laki-laki bisa setinggi 2:1”, kata Sosiolog Inggris, Kevin Brice.

 

Selain itu, katanya, umumnya perempuan mualaf ingin menampilkan tanda-tanda dari agama baru mereka –khususnya jilbab- walaupun gadis Muslim yang dibesarkan dalam tradisi Islam justru malah memilih tak berjilbab. “Mungkin sebagai akibat dari tindakan ini, yang cenderung menarik perhatian, Muslim mualaflah yang sering melaporkan diskriminasi terhadap mereka daripada mereka yang menjadi Muslimah sejak lahir”, tambahnya

 

Hal itu diakui Backer. “Di Jerman, ada Islamophobia. Saya kehilangan pekerjaan saya ketika saya bertobat. Ada kampanye untuk melawan saya dengan sindiran tentang semua Muslim mendukung teroris. Intinya saya difitnah. Sekarang, saya presenter di NBC Eropa”, ujarnya.

 

Hal itu diamini Lyne. “Aku menyebut diriku seorang Muslim Eropa, yang berbeda dengan mereka yang menjadi Muslim sejak lahir. Sebagai seorang Muslim Eropa, saya mempertanyakan segala sesuatu. Saya tidak menerima secara membabi buta. Dan pada akhirnya harus diakui, Islam adalah agama yang paling logis secara logika”, ujarnya.

 

Banyak perempuan mualaf di Inggris juga mengkonversi agamanya karena tertarik dengan kehangatan hubungan di antara sesama Muslim. ”Beberapa tertarik untuk merasakan kembali nilai-nilai yang telah mengikis di Barat”, kata Haifaa Jawad, dosen senior di Universitas Birmingham, yang telah mempelajari fenomena konversi agama. “Banyak orang dari semua lapisan masyarakat, meratapi hilangnya tradisi menghargai orang tua dan perempuan, misalnya. Ini adalah nilai-nilai yang termuat dalam Qur’an, yang ummat Islam harus hidup dengannya”, tambahnya Brice.

 

Nilai-nilai seperti ini pula yang menarik Camilla Leyland, seorang guru yoga yang tinggal di Cornwall, pada Islam. Ia seorang ibu tunggal untuk anaknya. Ia mengaku menjadi Muslim pada pertengahan usia 20an untuk ‘alasan intelektual dan feminis’.

 

“Aku tahu orang akan terkejut mendengar kata-kata ‘feminisme’ dan ‘Islam’ dalam napas yang sama, namun pada kenyataannya, ajaran Al-Qur’an memberikan kesetaraan kepada perempuan, dan pada saat agama itu lahir, ajaran pergi terhadap butir masyarakat misognis”, tambahnya.

 

Selama ini, orang salah memandang Islam, katanya. “Islam dituduh menindas wanita, namun yang aku rasakan ketika dewasa, justru aku merasa lebih tertindas oleh masyarakat Barat.”

 

Tumbuh di Southampton, ayahnya adalah direktur Institut Pendidikan Southampton dan ibunya seorang ekonom, Camilla pertama kali bersinggungan dengan Islam di sekolah. Ia mengenal Islam saat kuliah dan kemudian mengambil gelar master di bidang Studi Timur Tengah. Ketika tinggal dan bekerja di Suriah, ia menemukan pencerahan spiritual.

 

Merefleksikan apa yang dia baca di Al-Qur’an, ia menyadari bahwa Islamlah yang dicarinya selama ini. “Orang-orang akan sulit untuk percaya bahwa seorang wanita yang berpendidikan tinggi dari kelas menengah akan memilih untuk menjadi Muslim”, katanya, menirukan komentar ayahnya saat itu. Namun ia mantap menjadi Muslimah.

 

Kini, ia yang mengaku tak pernah meninggalkan shalat lima waktu tapi belum berhijab ini menyatakan dirinya telah “merdeka”. “Saya sangat bersyukur menemukan jalan keluar bagi diri saya sendiri. Saya tidak lagi menjadi budak masyarakat yang rusak.”

[moslemchanneljakarta.blogspot.co.id]                

Badan Otonom

Muslimat NU
Read More
GP Ansor
Read More
Fatayat NU
Read More
IPNU
Read More
IPPNU
Read More
PMII
Read More
Jatman
Read More
JQH NU
Read More
ISNU
Read More
PSNU PN
Read More

Lembaga

LP Ma'arif NU
Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama
RMINU
Rabithah Ma'ahid al-Islamiyah Nahdlatul Ulama
LBMNU
Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama
LESBUMI
Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia
LAZISNU
Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama
LTNNU
Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama
LAKPESDAM
Kajian Pengembangan Sumber daya
LDNU
Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama
LPBINU
Penanggulangan Bencana Perubahan Iklim
LTMNU
Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama
LKKNU
Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama
LFNU
Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama
LPBHNU
Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama
LPNU
Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama
LPPNU
Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama
LKNU
Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama
LPTNU
Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama
LTN NU
Lembaga Infokom dan Publikasi Nahdlatul Ulama
LWPNU
Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama

Contact

Talk to us

NU menganut paham Ahlussunah waljama'ah, merupakan sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrem aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrem naqli (skripturalis)

Alamat:

Jl. Tuntang, Pandean, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63133

Jam Kerja:

Setiap Hari 24 Jam

Telpon:

-