Nahdlatul Ulama Kota Madiun

sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia. Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Kehadiran NU merupakan salah satu upaya melembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianut jauh sebelumnya, yakni paham Ahlussunnah wal Jamaah

Youtube

Profil

Sejarah

Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi. Kehadiran NU merupakan salah satu upaya melembagakan wawasan tradisi keagamaan yang dianut jauh sebelumnya, yakni paham Ahlussunnah wal Jamaah.

Read More

Visi Misi

Menegakkan ajaran Islam menurut paham Ahlussunnah waljama'ah di tengah-tengah kehidupan masyarakat, di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Read More

Pengurus

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Madiun terdiri dari 3 unsur kepengurusan, Mustasyar (Penasihat), Syuriyah (Pimpinan tertinggi), dan Tanfidziyah (Pelaksana Harian).

Read More

MWC

MWC (Majelis Wakil Cabang) merupakan kepengurusan di tingkat kecamatan, terdiri dari MWC NU Manguharjo, MWC NU Kartoharjo, dan MWC NU Taman.

Read More

Warta

Sunday, February 5, 2023

Istighotsah Jelang Satu Abad NU, Muslimat Ranting Ngegong Ingatkan Pemuda NU untuk Rawat Tradisi NU

Jelang Resepsi Satu Abad NU, Muslimat NU Ranting Ngegong menggelar istighotsah untuk mendoakan kelancaran hajat akbar kaum Nahdliyin tersebut. 


Istighotsah yang diadakan di Masjid Al Falah ini diikuti oleh anggota Muslimat NU Ranting Ngegong dan juga jama'ah masjid tersebut. Bapak Makin memimpin istighotsah kali ini dengan begitu khidmat.


"Sebenarnya kegiatan kali ini sudah jadi rutinan setiap malam jum'at, sehubungan dengan menyongsong Satu Abad NU ya kita jadikan satu saja." ujar Anna selaku koordinator istighotsah.


Beliau juga berpesan agar para pemuda-pemudi NU untuk memiliki semangat besar "nguri-nguri" amaliyah NU agar tidak sampai punah. Apalagi dengan maraknya ancaman budaya luar jadi kegiatan semacam ini harus tetap dijaga dan khazanah NU di sini juga tetap terjaga. Kegiatan seperti Yasinan, Tahlilan dan Diba'an inilah juga bisa membentengi dan memperkuat aqidah Ahlussunnah wal Jama'ah kita. 


Beliau berharap semoga kedepannya lahir kader-kader penggerak Muslimat yang meneruskan perjuangan Ibu-ibu Muslimat sekarang ini. Mengingat pengurus Muslimat hari ke hari semakin bertambah usianya, jadi diperlukan regenerasi agar terlahir sosok pengurus Muslimat yang dapat membuat perempuan menjadi berdaya, kreatif, dan inovatif walaupun umur sudah mulai beranjak namun tidak mematahkan semangatnya.***


📝 (Chintya Nathasya ) 

📷 (LTN NU Kota Madiun) 


Saturday, February 4, 2023

Bersin Hindarkan Kerusakan Otak

Dalam riwayat dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Nabi SAW: "Sesungguhnya Allah itu menyukai bersin dan benci pada menguap. Apabila seseorang di antara kalian bersin lalu ia memuji Allah SWT yakni mengucapkan Alhamdulillah maka seyogyanya setiap orang Muslim yang mendengarnya mengucapkan padanya: 'Yarhamukallah,' Semoga Allah merahmatimu. Adapun menguap, maka itu adalah dari (perbuatan) syetan. Maka apabila di antara kalian menguap, hendaklah menahannya sebisa mungkin, sebab sesungguhnya bila seseorang di antara kalian menguap, maka syetan pun tertawa karenanya." [HR. Imam Bukhari]


Jelas terlihat dalam hadits ini bahwa menguap tidaklah disukai Allah SWT. Oleh karenanya, upayakan sebisa mungkin untuk menahannya. Imam Ibnu Hajar berkata, "Imam al-Khathabi mengatakan bahwa makna cinta dan benci pada hadits di atas dikembalikan kepada sebab yang termaktub dalam hadits itu. Yaitu, bahwa bersin terjadi karena badan yang ringan dan pori-pori kulit terbuka, dan tidak tercapainya rasa kenyang. Ini berbeda dengan orang yang menguap. Menguap terjadi karena badan yang kekenyangan, dan berat untuk beraktivitas. Hal ini karena banyaknya makan. Bersin bisa menggerakkan orang untuk beribadah, sedangkan menguap menjadikan orang itu malas. 


Sedangkan redaksi "menguap adalah dari syetan," maksudnya setan menyukai orang yang menguap. Sebab hal itu menyerupai keadaannya. Menguap biasanya muncul, karena perut terlalu penuh dan membuat orang ingin bermalas-malasan serta enak-enakan. Menguap dikatakan berasal dari setan sebagai bentuk kebencian kita terhadap hal itu, sebab setan memang kerjanya selalu mengajak kepada hawa nafsu. Jadi, maksudnya mengingatkan kita dari sesuatu yang dapat mengakibatkan menguap, seperti terlampau kenyang sehingga membuat seseorang berat melakukan ibadah serta ketaatan. 


Dan menahannya sebisa mungkin adalah menghindari dari sebab-sebab timbulnya menguap, misalnya banyak makan. Namun bila masih menguap juga, maka hendaklah menutup mulutnya dengan telapak tangan atau dengan yang lainnya. 


Dalam riwayat dari Abu Said al-Khudri berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda yang artinya: "Jika seseorang di antara kalian menguap, maka hendaklah ia memegangkan tangannya pada mulutnya, sebab sesungguhnya setan itu akan masuk di dalamnya." [HR. Imam Muslim]


Dalam riwayat lain dari Abu Hurairah RA berkata: "Apabila Rasulullah SAW bersin, beliau meletakkan tangannya atau bajunya pada mulutnya dan mempertahankan atau tidak mengeraskan suara bersinnya." Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih. Hal itu beliau lakukan, agar tidak mengganggu orang-orang yang berada di dekat beliau. Baik itu dengan suara yang keras atau mungkin dengan keluarnya sesuatu dari mulut atau hidung. 


MANFAAT BERSIN

Di antara hikmah syari'at membaca hamdalah ketika bersin adalah bahwa dengan bersin, maka kerusakan pada otak bisa dihindari. Ini merupakan nikmat yang amat benar, sebab aktivitas berpikir, sensitivitas saraf, serta rasa, bertumpu pada kondisi otak yang normal dan sehat. Oleh karenanya, ucapan Alhamdulillah merupakan pengakuan syukur kita kepada Allah SWT, yang telah menciptakan serta mengatur segalanya hingga terjadi bersin, yang memberi manfaat bagi kebaikan organ-organ tubuh. 


Biasanya bersin terjadi karena ada partikel pengganggu dalam hidung Anda. Ujung-ujung saraf di dalam hidung merangsang Anda bersin untuk menyingkirkan partikel-partikel tersebut. Penyebab lain yang menyebabkan hal ini terjadi adalah udara dingin atau sakit flu. Pada saat sakit flu, banyak partikel asing di dalam hidung sehingga memaksa hidung merangsang bersin. Dan kecepatan udara ketika bersin dapat mencapai 166 kilometer per jam. Lalu saat bersin seseorang akan mengeluarkan sampai 100.000 butiran kecil lendir dan mikroorganisme. 


Pada saat bersin, mata kita tertutup, karena syaraf-syaraf yang terdapat di hidung dan mata itu sebenarnya saling berkaitan, sehingga pada saat kita bersin, maka secara otomatis mata kita akan terpejam. Hal ini untuk melindungi saluran air mata dan kapiler darah agar tidak terkontaminasi oleh bakteri yang keluar dari membran hidung. Pada saat kita bersin, secara refleks otot-otot yang ada di muka kita menjadi tegang, jantung akan berhenti berdenyut sesaat. Segera setelah bersin maka jantung akan kembali lagi berdenyut alias berdetak kembali. 


Friday, February 3, 2023

Arah Ketika Shalat Jenazah

Q: Assalamu'alaikum. Wr. Wb. Saya mau tanya tentang shalat jenazah. Yakni ketika kita shalat jenazah itu sebaiknya menghadap ke arah mana? Terimakasih atas perhatian dan jawabannya. 

A: Wa 'alaikumussalaam. Wr. Wb. Hal-hal yang berkaitan dengan shalat jenazah secara garis besar ada tiga, yakni syarat, rukun dan hal-hal yang disunnahkan di dalamnya. Hukum shalat jenazah itu fardhu kifayah. Tujuan shalat jenazah agak berbeda dengan shalat fardhu, meski sama-sama diwajibkan dan tentu merupakan amal ibadah yang berpahala. Adapun shalat fardhu tujuannya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan berdzikir kepada-Nya. Sedangkan shalat jenazah lebih dimaksudkan untuk mendoakan orang yang telah meninggal dunia agar mendapatkan ampunan dan kehidupan yang berbahagia di alam kubur dan akhirat. Oleh karena itu mendoakan jenazah menjadi salah satu rukunnya. Perbedaan tujuan itu menimbulkan perbedaan cara pelaksanaannya. 


Dalam shalat jenazah tidak ada ruku', sujud, i'tidal dan lain-lain. Shalat jenazah terkadang dilaksanakan tanpa kehadiran mayat yang biasa disebut dengan shalat ghaib. Rasulullah SAW pernah melaksanakannya (shalat ghaib) tatkala Raja Najasyi dari Habasyah (Afrika) meninggal dunia. Hal itu kemudian diteladani kaum muslimin. Shalat ini biasanya dilaksanakan menjelang mereka shalat jum'at di beberapa masjid atau di majelis-majelis pengajian yang rutin diadakan oleh masyarakat. Dan shalat ghaib ini menjadi pilihan ketika kerabat yang jauh meninggal dunia dan kita berhalangan untuk hadir. 


Adapun syarat shalat jenazah pertama, mayit telah disucikan dari najis baik tubuh, kafan maupun tempatnya. Kedua, orang yang menshalati telah memenuhi syarat sah shalat. Ketiga, apabila mayatnya hadir, maka posisi mushalli (orang yang sedang shalat jenazah) harus berada di belakang mayat. Adapun aturannya apabila mayatnya laki-laki maka dibaringkan dengan meletakkan kepala di sebelah utara. Dan posisi imam atau yang shalat sendirian (munfarid) berdiri lurus dengan kepala mayat. Sedangkan kalau mayatnya perempuan cara peletakannya sama dengan mayat laki-laki, akan tetapi posisi imam atau yang munfarid berdiri lurus dengan pantat jenazah. Keempat, tidak ada penghalang antara keduanya, kalau mayat di dalam keranda maka keranda tersebut tidak boleh dipaku. 


Sedangkan rukun shalat jenazah, pertama niat. Kedua, berdiri bagi yang mampu. Ketiga, melakukan takbir sebanyak empat kali termasuk dalam hal ini takbiratul ihram. Keempat, membaca surat Al Fatihah setelah takbir. Kelima, membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW setelah takbir kedua. Keenam, mendoakan mayat setelah takbir ketiga. Ketujuh, mengucapkan salam pertama setelah takbir keempat. Adapun kesunahan dalam shalat jenazah pertama, mengangkat kedua telapak tangan sampai sebatas bahu, lalu meletakkannya di antara dada dan pusar padas setiap takbir. Kedua, melirihkan bacaan Al-Fatihah, shalawat, dan doa. Ketiga, membaca ta'awudz sebelum membacs surat Al-Fatihah. Keempat, tidak membaca doa iftitah. Kelima, menyempurnakan bacaan shalawat dan menyempurnakan bacaan doa untuk si mayat. Keenam, setelah takbir keempat sunnah membaca doa "allahumma laa tahrimna ajrohu walaa taftinna ba'dahu waghfir lana wa lahu". Ketujuh, salam yang kedua untuk menyempurnakan, adapun redaksinya " assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh".


Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa ketika shalat jenazah mushalli tidak boleh berada di depan jenazah, tetapi harus di belakangnya seraya menghadap ke arah kiblat. Dan sebaiknya imam atau munfarid (shalat jenazah sendirian) menghadap kepala jenazah kalau mayatnya laki-laki, dan menghadap pantatnya jika mayatnya adalah perempuan. 

Badan Otonom

Muslimat NU
Read More
GP Ansor
Read More
Fatayat NU
Read More
IPNU
Read More
IPPNU
Read More
PMII
Read More
Jatman
Read More
JQH NU
Read More
ISNU
Read More
PSNU PN
Read More

Lembaga

LP Ma'arif NU
Lembaga Pendidikan Ma'arif Nahdlatul Ulama
RMINU
Rabithah Ma'ahid al-Islamiyah Nahdlatul Ulama
LBMNU
Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama
LESBUMI
Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia
LAZISNU
Amil Zakat Infak dan Sedekah Nahdlatul Ulama
LTNNU
Lembaga Ta'lif Wan Nasyr Nahdlatul Ulama
LAKPESDAM
Kajian Pengembangan Sumber daya
LDNU
Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama
LPBINU
Penanggulangan Bencana Perubahan Iklim
LTMNU
Lembaga Ta'mir Masjid Nahdlatul Ulama
LKKNU
Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama
LFNU
Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama
LPBHNU
Penyuluhan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama
LPNU
Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama
LPPNU
Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama
LKNU
Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama
LPTNU
Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama
LTN NU
Lembaga Infokom dan Publikasi Nahdlatul Ulama
LWPNU
Wakaf dan Pertanahan Nahdlatul Ulama

Contact

Talk to us

NU menganut paham Ahlussunah waljama'ah, merupakan sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrem aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrem naqli (skripturalis)

Alamat:

Jl. Tuntang, Pandean, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63133

Jam Kerja:

Setiap Hari 24 Jam

Telpon:

-