Sunday, July 23, 2023

Salah Persepsi

Suatu hari Imam Syafi’i mengunjungi kediaman Imam Ahmad bin Hanbal. Setelah keduanya menyantap makan malam, Imam Syafi’i kemudian berbaring di kamar yang telah disediakan.

Keesokan harinya, putri Imam Ahmad bertanya kepada ayahnya, “Ayah, apakah orang itu adalah Imam Syafi’i yang sering anda ceritakan?”

“Iya betul, putriku.”

“Aku mengamati tamu ayah itu sejak tadi malam, ada tiga hal yang aku perhatikan. Pertama, ketika kita menghidangkan makanan, dia makan banyak sekali. Kedua, saat masuk kamar tamu dia hanya tidur, tidak melaksanakan sholat malam sama sekali. Dan ketiga, waktu sholat shubuh dia sholat berjamaah bersama kita tanpa berwudhu.”


Putri Imam Ahmad itu merasa heran dan ganjil, ayahnya sering menceritakan kesalehan dan keagungan Imam Syafi’i. Namun setelah menyaksikan sendiri, persepsinya terhadap Imam Syafi’i berubah 180 derajat.


Imam Ahmad hanya diam saja mendengarkan penuturan putrinya. Pada waktu berhadapan dengan Imam Syafi’i, Imam Ahmad menanyakan tiga hal yang disinggung putrinya. Dengan tenang, Imam Syafi’i menjawab,

“Aku makan banyak sekali karena aku tahu betul makanan yang kalian hidangkan adalah makanan dari harta yang halal. Anda adalah orang yang dermawan.”


“Makanan dari orang dermawan adalah obat. Sedangkan makanan dari orang bakhil adalah penyakit.”


Aku makan banyak bukan untuk mencari kenyang, tapi karena ingin mengobati penyakitku dengan makanan dari anda.


Aku tidak sholat malam, karena saat aku merebahkan badanku untuk tidur, aku melihat seolah di depanku terbuka lembaran Al-Qur’an dan hadits. Allah memberikan petunjuk kepada menyelesaikan 72 masalah fiqih yang aku harapkan bisa bermanfaat untuk ummat Islam. Sehingga malam itu aku tidak punya kesempatan untuk sholat malam.


Sedangkan aku sholat Shubuh bersama kalian tanpa berwudhu, karena aku belum tidur. Sepanjang malam aku begadang. Sehingga aku sholat bersama kalian dengan wudhunya sholat Isya’.”


Mengetahui hal itu, putrid Imam Ahmad hanya termenung menyadari kekhilafannya.

[Diterjemah dari kitab Anisul Mu’minin hlm. 80]

(…)

Apa yang kita lihat pada saat menilai orang lain tergantung kepada kejernihan pikiran kita. So, always be positive.

Contact

Talk to us

NU menganut paham Ahlussunah waljama'ah, merupakan sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrem aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrem naqli (skripturalis)

Alamat:

Jl. Tuntang, Pandean, Kec. Taman, Kota Madiun, Jawa Timur 63133

Jam Kerja:

Setiap Hari 24 Jam

Telpon:

-